Apr
21
cerita sadel 8
April 21, 2008 | Leave a Comment
8. Empuk dan nyaman sudah. Pakai silikon supaya kenyal dan tidak lembab juga sudah. Tapi tetap saja ada yang kurang. Sarung silikon dirasa kurang praktis, karena mesti bongkar-pasang, tidak menyatu dengan sadel. Padahal kebutuhan pantat juga semakin bertambah. Yaitu: –maaf– kalau kentut nggak bisa lepas.
Maka sadel model terakhirpun berlubang ditengahnya. Selain memberi sirkulasi udara yang […]
Apr
21
cerita sadel 7
April 21, 2008 | Leave a Comment
7. Masih untuk memberikan kenyamanan dan sirkulasi udara yang cukup di seputar pantat, maka sadel selain diperlebar di bagian belakang, juga diberi celah. Namun tak cukup cuma seperti itu, pantat rupanya tak ingin lembab dan menempel di tempat yang kenyal.
Itulah sebabnya diciptakan juga cover sadel yang lilengkapi dengan celah udara dan covernya pun berisi slilkon. […]
Apr
21
cerita sadel 6
April 21, 2008 | Leave a Comment
6. Kecenderungan lebar belakang masih mewarnai sadel ini. Namun tuntutan pantat pun bergeser lagi. Kali ini urusannya lebih pada sirkulasi udara di seputar pantat. Maka sadel pun di desain sedemikian rupa, di bagian tengah ada lekukan celah, tentu saja dimaksudkan untuk memberi keleluasaan sirkulasi udara.
Apr
21
cerita sadel 5
April 21, 2008 | Leave a Comment
5. Konsumen sejati sadel adalah pantat. Maka apa kata pantat, diciptakanlah sadel sesuai keinginannya. Ketika slimy tidak terasa nyaman di pantat, maka bagian belakang sadel diperlebar, sementara bentuknya tetap sporty. Dengan bagian belakang lebih lebar pantant memang lebih nyaman.
Apr
21
cerita sadel 4
April 21, 2008 | Leave a Comment
4. Penyepeda rupanya punya kecenderungan untuk menyukai bentuk sadel yang lebih kecil. Maka sadel semakin slim bentuknya meskipun tak lagi bisa menampung keseluruhan pantang. Yang penting nampak sporty dan manis. Sadel jenis ini tak cuma menempel di speda balap, tapi juga speda gunung dan speda lipat.
Apr
21
cerita sadel 3
April 21, 2008 | Leave a Comment
3. Sadel ini masih terbuat dari kulit, cuma bentuk sudah diperkecil, dan suspensinya tak lagi pakai per keong. Tapi cuma memanfaatkan elastisitas kulit. Dibanding pendahulunya sadel ini terlihat lebih rapi dan bagus, sehingga sadel ini bias dipasang di speda-sepeda berukuran kecil.
Apr
21
cerita sadel 2
April 21, 2008 | Leave a Comment
2. Sadel ini juga terbuat dari kulit dan masih memakai per keong. Tapi cara membuatnya lebih canggih, menggunakan per ulir. Finishing kulitnya juga sudah lebih baik, diberi pewarna, tidak kelihatan kulit mentah. Untuk mempercantik diberi asesori berupa klintingan sapi, sekaligus sebagai bel.
Meski ergonomis, dan nyaman di pantat sadel ini tetap berat.
Apr
21
cerita sadel 1
April 21, 2008 | Leave a Comment
Ada 3 hal penting dalam sepeda. Pertama ban, kedua pedal beserta gir dan rantainya dan ketiga adalah sadel, alias tempat duduk. Sepeda minimalispun yang hanya punya satu ban (unique cycle alias acrobatic cycle) selalu punya ketiganya.
Ban. Biasa saja, selalu bulat. Pedal, rantai dan gir, biasa juga saling berkait. Sadel sebenarnya juga biasa saja. Tapi […]
Mar
25
cangkir minum kepala
Maret 25, 2008 | 3 Comments
Â
Tarik nafas panjang sebelum minum. Begitu minumannya habis, dijamin cangkirnya berbalik minum kepala.
Mar
25
jangan kebanyakan minum
Maret 25, 2008 | 1 Comment
Â
Minum teh secangkir, mungkin kurang. Tapi kalau cangkirnya sebesar ini pastilah kebanyakan.