don’t stop

Mei 21, 2008 |

don’t stopSeeorang ibu muda berusaha bijak, ketika anak gadisnya meminta ijin kencan dengan sang pacar.

“Baik. Bunda ijinkan kamu keluar malam ini. Tapi ingat, ini kencan pertamamu. Jaga diri baik-baik. Jangan terlalu larut pulangnya. Ingat, bila pacarmu mulai pegang-pegang bagian atas tubuhmu, say stop. Dan say don’t ketika dia mulai pegang bagian bawah,” begitu sang Bunda berpesan.

“Ok. Bun, I’ll do,” jawab si gadis, sambil mencium pipi bundanya dan berlalu.

Malam belum begitu larut, ketika sang gadis pulang. “Good, gadisku memang penurut,” begitu bathin sang Bunda menyambut kedatangan putrinya, yang wajahnya berbunga-bunga.

“Gimana kencanmu, menyenangkan?” ujar Bunda berbasa-basi.

“Bunda memang ibu yang sangat pengertian. I love you so much bunda,” kata si anak.

“Emangnya ada apa, kok kamu puji Bunda setinggi langit?

“Nasihat Bunda tadi aku praktekan. Ketika kami kencan, pacarku mulai pegang-pegang bagian bawah, aku bilang: don’t , terus dia pegang bagian atas, aku bilang: stop. Begitu berulang-ulang, jadi aku pun terus bilang: don’t stop, don’t stop, don’t stop……… Asyik deh, Bunda memang ibu yang sangat gaul.”

Gubrak….sang Bunda jatuh, klenger, semaput.


Comments

Name (wajib)

Email (wajib)

Situs web

Speak your mind

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image